Halaman Depan /  Berita Ekonomi
Permintaan CPO AS dipastikan naik terus
NUSA DUA : Permintaan crude palm oil (CPO) Amerika Serikat dipastikan terus naik menyusul peningkatan penggunaan biofuel dan substitusi pemakaian minyak transgenik.

Kepala Food and Agribusiness Research and Advisory (FAR) Rabobank John Baker dalam Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2009 tadi pagi menyatakan tren konsumsi minyak nabati Amerika Serikat melonjak hingga 60% sepanjang 2002--2009.

Padahal, kata dia, pada periode 1998--2001 tren konsumsi negara ini rata-rata hanya tercatat naik 7% per tahun.

Pada 2008, konsumsi CPO AS tercatat sebanyak 1,084 juta ton, yang hampir 100% diperoleh dari impor.

Kebutuhan minyak CPO naik karena kebijakan negara setempat untuk menggunakan bahan bakar nabati. Setidaknya, sekitar 173 unit pabrik biodiesel beroperasi dan tersebar di sejumlah lokasi di AS.

Sumber berita : Bisnis
 
CDMA Gilas Penjualan Telpon Rumah TLKM

telpon rumahJAKARTA -  Teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) ternyata menjadi pil pahit bagi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Pasalnya, jaringan telepon seluler CDMA mengakibatkan produk telepon rumah kian merosot. Bahkan, perusahaan halo-halo terbesar di Indonesia ini memprediksi penjualan nomor telepon rumah se-Indonesia akan anjlok 13,3 persen pada tahun 2010 mendatang.

Direktur Konsumer TLKM I Nyoman G. Wiryanata mengakui bahwa sepinya peminat telepon rumah disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia. "Orang bahkan lebih senang pakai telepon seluler di rumah sendiri," katanya.

Pada 2007 lalu, penjualan telepon rumah TLK M masih bertengger di Rp 18,52 triliun. Tapi, penjualan itu merosot Rp 2,2 triliun menjadi Rp 16,32 triliun. TLKM memprediksi, penjualan bakal kembali merosot sebesar Rp 2,5 triliun pada 2009 ini. Artinya, divisi ini hanya mencatatkan penjualan Rp 13,82 triliun.

Meski tak seburuk dua tahun terakhir, Telkom memprediksi, penjualan telepon rumah akan turun Rp 1,6 triliun di 2009 ini. Ini dikarenakan paket telepon rumah tagihan tetap (TAP) yang memberikan diskon tarif 30 persen-40 persen secara progresif.

Paket TAP tersebut telah hadir sejak Februari 2009. Namun hingga November 2009 hanya 1 juta pelanggan Telkom yang mengikuti. Ujungnya TLKM meluncurkan ulang paket TAP yang baru dengan bonus waktu bicara gratis. TLKM menargetkan bisa menjaring pelanggan baru 1,3 juta-1,4 juta pemakai dengan adanya program baru itu.

Meski begitu, TLKM akan lebih memfokuskan pemasangan telepon kabel untuk broadband internet, bukannya layanan telepon rumah. Telkom pun mulai menghentikan investasi pemasangan kabel tembaga dan beralih ke jaringan kabel optik terhitung tahun ini. Nyoman menyatakan, TLKM menargetkan penambahan pelanggan baru Speedy sebanyak 400.000-500.000 di 2010 nanti.

Sumber berita : Kompas

 



Warning: preg_match() [function.preg-match]: Delimiter must not be alphanumeric or backslash in /home/bahanmas/public_html/modules/mod_s5_box/tmpl/default.php on line 23



*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.

Copyright © 2010. Toko Online Bahan Masakan. Developed by Webdesign-Surabaya.com